MEMPERBAIKI LAPISAN ANTI AIR
Untuk Tenda, Poncho, Ransel, & Sleeping Bag
Sering kali kita dikecewakan oleh peralatan kita seperti tenda, poncho, ransel, dan sleeping bag. Pasalnya peralatan tersebut baru saja kita beli dan setelah dua sampai tiga kali kita pakai, peralatan tersebut sudah kehilangan anti airnya. Nah, berangkat dari pengalaman tersebut kami ingin membagi ilmu.
Ada beberapa cara untuk memperbaiki lapisan anti air
Cara I
Sediakan,
100 gram tawas (aulin)
200 gram loodacetat
Masing-masing (dalam dua tempat terpisah)dilarutkan dalam 1,5 liter air dan didiamkan selama 12 jam.
Setelah itu campurkan bagian jernih dari kedua larutan itu.setelah kotoran-kotorannya dibuang, tambahkan 3 liter air lagi.
Nah, anda dapat mulai memasukkan peralatan yang telah dicuci bersih. Diamkan selama 24 jam. Jangan lupa balikkan peralatan tersebut agar basahnya merata. Keringkan peralatan tersebut tanpa diperas dan anda telah memiliki peralatan yang anti air kembali.
Cara II
Sediakan,
25 gram sabun cuci
25 gram agar-agar
1,5 liter air panas
25 gram tawas
Larutkan sabun dan agar-agar tersebut dalam air panas yang telah disediakan tadi. Setelah hancur tambahkan 2 liter air dingin dan tawas.
Masukan ransel yang telah dicuci dan direndam selama 24 jam. Keringkan tanpa diperas dan jemurlah hingga kering.
Selamat mencoba!
-ditulis oleh spele-
3/19/2008
Reparasi lapisan anti air
Diposting oleh
talam38
di
1:41 AM
0
komentar
Penyeberangan Sungai
TEKNIK PENYEBERANGAN SUNGAI
Jika melakukan perjalanan (jalan kaki menyusuri sungai, rawa, dan pantai) pada suatu saat kita akan dihadapkan pada keadaan yang mengharuskan untuk menyeberang. Sebab itu seorang penjelajah harus mempunyai kemampuan untuk menyeberangi sungai dan rawa
Teknik menyeberangi sungai dapat dikategorikan menjadi dua teknik yaitu:
1.teknik penyeberangan sungai tanpa alat
2.teknik penyeberangan sungai dengan alat
Teknik penyeberangan sungai tanpa alat
Di daerah pegunungan dapat terjadi perubahan yang sangat cepat pada keadaan air sungai. Air hujan dapat mengakibatkan sungai kecil seketika menjadi buas dan berbahaya, karena itu bila kita melihat cuaca yang buruk dan kemudian ragu-ragu untuk menyeberangi sungai maka penyeberangan itu sebaiknya ditunda sampai keadaan memungkinkan untuk di seberangi.
Namun bila kita memutuskan untuk tetap melakukan penyeberangan sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut :
a.keadaan tempat penyeberangan secermat mungkin sebelum memilih tempat menyeberang
yang terbaik. Pada sungai yang bermuara kedanau, lebih mudah menyeberang dekat
muaranya. Kira-kira 0,5 km dari muara biasanya sungai menjadi dalam, tapi arusnya
menjadi tidak begitu deras. Setelah tempat teraman ditemukan lantas jangan
b.coba kuatnya arus dengan menggunakan pengamanan dari pinggir sungai.
c.Pada saat menyeberang jangan membelakangi arus, karena arus dapat membengkokan
lutut dan menjatuhkan sehingga kita terseret arus. Selain itu perhatikan pula
setiap langkahmu, pastikan satu kaki telah menempati posisi tumpuan yang baik dan
jangan berjalan dengan menyilangkan kaki. Pada sungai berarus agak deras dan
dalam, jika menyeberang hendaknya berjalanlah dengan posisi badan serong mengikuti
arus sungai dan akan sangat menolong bila pinggang membentuk sudut 45 derajat
dengan arah arus.
d.Jangan menyeberang dengan cara melompat dari batu yang satu ke batu yang lain,
sebab perbuatan ini akan memperbesar kemungkinan tergelincir dan dapat menyebabkan
kecelakaan yang fatal. Selain itu tempatkanlah ransel setinggi-tingginya di
punggung. Di arus yang deras, batu atau benda berat yang lain dapat ditambahkan
kedalam ransel untuk mendapatkan kestabilan.
e.sebaiknya jangan melepas sepatu sekalipun menyeberangi sungai kecil dan berhati-
hatilah dalam menyeberang apabila berada dalam kelompok yang tidak bisa berenang.
Teknik penyeberangan sungai dengan alat
Teknik ini biasanya dipergunakan jika melibatkan banyak orang dalam kelompok yang melakukan perjalanan dan telah direncanakan terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan.
Ada dua macam teknik penyeberangan dengan alat yaitu:
1.penyeberangan basah
yaitu penyeberangan yang sebagian badan penyeberang tercelup disungai
2.penyeberangan kering
dimana seluruh bagian badan penyeberang ada diatas permukaan air.
Penyeberangan Basah
Penyeberangan basah dapat dilakukan dengan beberapa teknik yang salah satunya adalah renang survival. Dasar dari renang adalah kemampuan dan kelincahan kita bermain di air, dengan ditunjang oleh pengetahuan tentang sifat air. Dalam renang survival ini kita dapat menggunakan alat yang selalu kita bawa dalam suatu perjalanan atau penjelajahan seperti ponco atau jerigen dan botol air minum.
Ponco yang kita kenal sebagai pelindung di waktu hujan, ternyata banyak sekali kegunaanya karena memang direncanakan untuk itu. Salah satu kegunaan ponco pada renang survival adalah sebagai alat pelampung yang dapat dibuat dengan cara mengisi ponco dengan rumput kering, alang-alang atau ranting, dibentuk seperti sebuah bantal kemudian diikat dengan tali. Usahakan mengikat tali serapi mungkin sehingga tidak ada celah yang dapat dimasuki air. Dengan bahan yang baik dan ikatan tali yang rapi akan menghasilkan pelampung yang baik dan tahan lama mengambang di air.
Pada penyeberangan dengan ponco di sungai berarus sedang, kita harus selalu mengusahakan agar posisi ponco tetap mengarah serong ke hilir, supaya kita dapat memanfaatkan arus sungai. Tetapi jangan sampai melepaskan atau menaiki pelampung ini, karena sifatnya hanya sebagai tumpuan sementara, jadi berat badan kita tidak sepenuhnya ditumpukan pada pelampung tersebut.
Seperti halnya pelampung dari ponco, maka kita juga dapat membuat pelampung dari beberapa buah jerigen dan botol yang biasanya sebagai tempat wadah air minum. Cara membuat pelampung dengan jerigen kecil tidak diikat menjadi satu melainkan di pisah menjadi dua. Jerigen yang satu dihubungkan dengan jerigen yang kedua menggunakan tali, yang gunanya untuk berpegangan sementara untuk jerigen besar (20 liter) dapat dibuat sejenis rakit kecil. Jerigen ini diatur telentang dan ujungnya diikat menjadi satu dengan yang lain.
Penyeberangan kering
Penyeberangan kering dapat dilakukan dengan menggunakan rakit atau perahu dan menggunakan tali. Jika sungai yang akan diseberangi terlalu lebar, cara yang paling aman untuk menyeberangi sungai adalah menggunakan rakit atau perahu. Cara berikutnya adalah dengan menggunakan rentangan tali dimana cara ini digunakan jika sungai yang di seberangi terdapat pada celah sempit dan dalam. Walau cara ini jarang dipakai dalam suatu perjalanan ada baiknya untuk di pelajari.
Penyeberangan dengan satu rentangan taliPada prinsipnya pemasangan dan simpul-simpul yang dipakai seperti biasa, dengan catatan tali itu tegang dan kuat. Cara menyeberang dapat dilakukan dengan merayap diatas tali atau menggantung pada tali, tali tubuh di hubungkan pada tali penyeberangan dengan menggunakan carabiner.
Penyeberangan dengan dua rentangan taliDengan dua rentangan tali akan lebih mudahkan kita bergerak, karena kita bisa berjalan pada salah satu tali dan berpegangan pada tali lainnya. Posisi tali tidak terhimpit, tetapi letaknya berjarak sekitar satu meter, satu diatas dan satu dibawah sehingga memudahkan kita berjalan ditali.
Seberangilah sungai dengan berhati-hati, meskipun menurut perkiraan bahwa sungai tersebut tidak membahayakan. Amati juga cuaca, ada kemungkinan anda harus menginap sambil menunggu air surut.
Disadur dari : catros.wordpress.com
Diposting oleh
talam38
di
1:28 AM
1 komentar
2/22/2008
Diposting oleh
TL 38 Blog
di
4:26 PM
0
komentar
Label: DOUBLE SHEET BEND, SIMPUL
Diposting oleh
TL 38 Blog
di
4:22 PM
0
komentar
Diposting oleh
TL 38 Blog
di
4:15 PM
0
komentar





